Rabu, 01 November 2017

Review Herborist Minyak Zaitun

pretty-moody.blogspot.co.id
Review Herborist Minyak Zaitun
Setelah dua bulan saya enggak update apapun di blog, sekarang saya rasa adalah hari yang bagus buat memulai lagi menurut buku primbon. Eh, tapi beneran loh, kan ini awal bulan dan biasanya bagus buat memulai sesuatu seperti shopping dan kawan-kawannya.

Kali ini saya mau review Herborist Minyak Zaitun yang saya beli minggu kemarin. Sebenarnya sih saya bukan penggemar minyak zaitun karena meskipun kulit saya kering tapi kalau pakai minyak zaitun bisa langsung tumbuh jerawat. Saya rasa kulit saya memang lebih cocok pakai produk yang water-based daripada oil-based.

Lha terus kalau enggak bersahabat dengan minyak zaitun ngapain beli? Nah, saya beli produk ini karena saya butuh minyak untuk pijet. Beberapa minggu yang lalu saya memang memberanikan diri untuk pijet karena seumur-umur hidup saya, inilah pertama kali saya pijet. Langkah berani ini saya pilih karena pinggang dan pundak bagian kanan saya sakit bukan main. Mungkin karena kebanyakan duduk dan ngetik setiap hari. Duh, akhirnya sama ibu dipaksa buat pijet. Eh, ndilalah setelah punggung kanan baikan, minggu kemarin gantian pinggang kiri saya sakit juga. Terus, karena saya enggak mau pijet pakai minyak tawon ibu yang baunya aduhai itu, saya beli minyak zaitun ini. Ternyata sekarang pinggang saya udah gak sakit padahal belum sempet pijet. Sembuhnya mungkin ketika saya pakai keliling mall hari minggu kemarin. Gayanya pengin nge-mall aja pakai sakit pinggang.

Eniwei,, minyak zaitun ini masih saya pakai satu kali sejak hari pertama beli. Saya pakai buat cleansing oil. Cuma pengen tahu aja sih muka saya masih musuhan gak sama minyak zaitun. Gimana hasilnya? Yuk lanjut bacanya.

Herborist Minyak Zaitun

Kemasan:

Kemasan Herborist Minyak zaitun ini menurut saya standar banget, pakai botol plastik bening sebanyak 150ml. Jadi, kita bisa lihat dengan mudah isinya warna apa. Di dalam botol ada dua buah biji, yang akhirnya saya tahu adalah biji mojokeling. Buah apa itu? Saya juga kurang tahu, nanti saja ekita Googling. Minyak zaitun ini warnanya bening agak kehijauan dikit. Yang saya suka dari produk ini adalah tali dibagian tutup itu yang bikin tampilannya rustik unik gitu.

Uniknya lagi keterangan produk ada dikertas yang tergantung di tali. Jadi bagian belakang hanya ada cara pemakan, ingredients, tanggal kadaluarsa, dan nama perusahaan. Saking saya suka dengan desain ini, talinya enggak saya copot lho.

pretty-moody.blogspot.co.id
Tutup Minyak Zaitun Herborist
Selain kemasannya yang standar, bagian tutup botol juga seperti kebanyakan. Yaitu tutup ulir dengan tutup plastik lagi yang ada lubang kecil ditengahnya. Minyak Zaitun ini memang cocoknya pakai tutup model begini biar aman dan rapat. Coba bayangkan kalau tutupnya fliptop, bakalan mudah beleberan kemana-mana kan ya. Diantara tutup dan leher botol, ada tali rustic yang saya suka banget.

Kegunaan:

Secara umum, minyak zaitun Herborist ini bisa digunakan untuk melembabkan dan menghaluskan kulit dan juga untuk pijat. Tapi kita semua tahu kan minyak zaitun itu punya banyak manfaat untuk kecantikan. Nah, minyak zaitun ini mempunyai klaim:

pretty-moody.blogspot.co.id
Minyak Zaitun Herborist
Minyak zaitun melembabkan kulit kering dan sangat kering, merawat elastisitas kulit, dan membuat kulit lebih lembut dan bercahaya. 
Nah, minyak zaitun ini memang punya banyak manfaat terutama untuk kulit karena kaya akan vitamin E. Selain untuk melembutkan dan menghaluskan kulit, minyak zaitun ini juga cocok buat pijet. Memang ada beberapa orang yang suka pijet pakai minyak tawon ataupun minyak-minyak yang lain karena mempunyai efek penyembuhan. Tapi saya pribadi lebih suka pakai minyak zaitun karena aromanya tidak se-ekstrim minyak tawon. Selain itu minyak zaitun ini juga sudah bersertifikal Halal MUI, jadi bisa tenang pakainya.

Ingredients:

Jelaslah ya dari namanya kalau minyak zaitun ini terbuat dari buah zaitun. Tapi Herborist minyak zaitun ini juga mengandung biji Mojokeling atau Terminallia Bellerica fruit. Saya kira biji kering didalam botol itu ya memang buah zaitun kering, tapi ternyata saya salah. Selain itu, produk ini juga mengandung mineral oil, perfume, dan BHT. For the record, minyak zaitun ini bukan yang Vigin Olive Oil yah, tapi minyak zaitun untuk kosmetik.

Baca juga: Review Vaseline Pure Skin Jelly

Cara pemakain minyak zaitun ini juga gampang banget. Tinggal oles-oles ke bagian tubuh yang kering atau bisa juga sebelum lulur. Tekstur minyak zaitun ini enggak terlalu kental dan agak seperti air. Dan kalau sudah dituang jadi bening enggak ada hijau-hijaunya.

pretty-moody.blogspot.co,id
Herborist Minyak Zaitun

Kalau untuk wajah?

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, saya enggak bersahabat sama minyak zaitun tipe yang ini. Kemarin sudah saya coba untuk cleansing oil, tapi ternyata besok hari muncul dua jerawat kecil tipe jerawat batu. Padahal jadwal menstruasi masih lama. Bete, kan? Saya rasa masalahnya gara-gara si ini. Sebenarnya bukan salah minyak zaitun, tapi bisa jadi karena mineral oil dan juga perfume yang menyebabkan jadi ada jerawat. Maka dari itu saya selalu memprioritaskan skincare yang tanpa perfume karena bisa menyebabkan iritasi dan jerawat.

Baca juga: Review V10 Plus Indonesia Serums

Kalau untuk masalah melembabkan memang lembab banget, secara namanya juga minyak zaitun. Tapi kalau kulit kamu macam punya saya, sebaiknya dipakai untuk bagian tubuh yang lain seperti siku, tumit, kaki, dan lain sebagainya. Kalau buat pijet saya rasa juga enggak ada masalah. Cuma kalau dijadikan cleansing atau pelembab wajah, sebaiknya pakai yang virgin olive oil saja.

So, is this produk recommended? Tergantung kebutuhan kamu kalau untuk pijat atau melembabkan kulit, produk ini oke punya. Tapi kalau butuh cleansing oil, you might need to look for others. Harga minyak zaitun ini juga bersahabat banget. Saya beli pas diskon jadi harganya 25 rebu dari harga asli 29 rebu.

That's it for the review. See you on the next post.

Baca juga: Review Viva Skin Food

0 komentar:

Posting Komentar