Jumat, 10 Maret 2017

7 Stereotip Kecantikan di Indonesia ini Perlu Diluruskan


Hello peeps,

Sebelum saya memulai postingan saya tentang stereotip kecantikan di Indonesia ini. Saya mau menekankan bahwa post ini murni opini saya tanpa bermaksud menjatuhkan orang lain ataupun produk tertentu. Saya hanya merasa perlu untuk menuliskan tentang topik ini karena prihatin dengan stigma masyarakat tentang kecantikan yang secara tidak sadar menjadi standar.

Sebagai wanita, pasti kita semua ingin tampil cantik. Berbagai cara kita lakukan akan menjadi cantik seperti memakai krim pemutih, meluruskan rambut, dan apalah-apalah itu. Bahkan sebagian dari kita rela melakukan berbagai perawatan tidak untuk menjaga tubuh sehat tapi untuk memenuhi standar kecantikan masyarakat. Saya pun pernah berada dalam fase-fase dimana saya sangat aware dengan standar kecantikan dan ingin tampil cantik. Saya rela mengeluarkan uang lebih untuk menyetrikan rambut saya yang kriting ini dan beli krim ini itu agar kulit saya putih, meskipun bukan beli krim abal-abal ya.

Lalu, apakah usaha saya dalam memenuhi standar kecantikan tersebut membuahkan hasil? Tentu tidak, yang ada malah rambut rusak dan kuli jerawatan. Dan saya kapok dengan standar kecantikan itu. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan ingin menjadi cantik. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah cantik yang bagaimana yang harus diikuti? Berikut ini ada beberapa stereotip kecantikan di Indonesia yang perlu diluruskan.

Cantik itu kulit putih

Banyak orang berpikiran bila cantik itu yang kulitnya putih. Stereotip ini sudah sangat umum dan sayapun pernah terjerat dengan pemikiran yang sama. Kulit putih dalam konteks ini sebenenarnya perlu untuk diluruskan, yaitu putih yang seperti apa? Kulit putih seperti orang Korea? Atau kulit pucat seperti orang ras kulit putih? Saya juga heran, kenapa cantik harus berkulit putih. Padahal, untuk orang yang tinggal di daerah tropis macam Indonesia, mayoritas kulitnya adalah langsat atau sawo matang dengan banyak tone kuning. Ini lah stereotip salah tentang kecantikan yang harus diluruskan.
pretty-moody.blogspot.co.id
Iklan krim pemutih
Kalau dipikir-pikir lagi, banyak produk skin care ataupun makeup di Indonesia yang selalu mengedepankan pemutihan kulit. Coba deh pantengin setiap iklan kosmetik di TV, pasti semuanya mengedepankan kulit putih dengan memberikan pesan kalau kulit kamu putih, kamu bakalan dapet cowok yang cakep. Iklan-iklan tersebut sedikit banyak memberikan kontribusi untuk membentuk mindset masyarakat tentang definisi cantik.

Tapi meskipun begitu masih ada kok kosmetik yang tidak mengedepankan pemutih wajah meskipun agak susah ditemukan. Sebagai dampak dari stereotip ini adalah munculnya krim-krim pemutih abal-abal dengan kandungan merkuri yang bikin geleng-geleng. Krim tersebut ada karena adanya permintaan juga kan.

Nah, ngomong-ngomong masalah kulit; bagaimana dengan teman-teman kita yang memang dari lahir kulitnya sawo matang ataupun coklat. Apakah mereka tidak cantik? Mereka tetap cantik meskipun kulitnya enggak putih dan malah akan jadi jelek kalau mereka berusaha memutihkan kulit. Tahu Rihanna dan Lupita Nyong'o kan? Mereka cantikkan meskipun kulitnya enggak putih. That is why we need to get challenge of the beauty definition. Karena cantik itu kulit yang sehat bukan putih.

Cantik itu tubuh tinggi semampai

Sebagai pemilih tubuh mungil, saya sangat tidak setuju dengan stereotip itu. Saya cantik meskipun tinggi saya enggak 170 cm. Sama seperti halnya pasal warna kulit di atas, kita semua mempunyai tinggi badan yang berbeda-beda dan hal tersebut sangat tidak masuk akal bila dikaitkan dengan kecantikan. Iya kali kalau mau jadi model atau pramugari harus tinggi. Nah, kalau jadi beauty blogger? Oleh karena itu, jangan jadikan masalah tinggi badan membuat kamu merasa buruk rupa, banyak diluar sana wanita yang tidak tinggi semampai tapi tetap berprestasi. And that is more important. 

Cantik itu langsing

Sama halnya dengan pasal tinggi badan, saya pun benci banget dengan stereotip ini. Dulu ketika masih jaman sekolah/kuliah, banyak cowok-cowok yang memandang sebelah mata sama cewek yang badannya enggak langsing. Karena menurut mereka enggak cantik. Tapi, saya mencoba berpikir positif, mungkin itu memang preferensi mereka aja. Tapi, ternyata salah satu teman perempuan saya bahkan rela membeli obat pelangsing yang merk-nya enggak jelas, merk China gitu. Teman saya ini berpikiran kalau dia langsing, dia akan terlihat lebih cantik dan menarik. Dengan pemikiran yang seperti itu, dia rela mengorbankan kesehatan badannya dengan minum pil pelangsing gak jelas. Miris banget kan.

Menurut saya, stereotip ini harus dihilangkan karena kecantikan itu bukan dilihat dari bentuk tubuh. Karena sangat tidak masuk akal banget kenapa harus langsing untuk jadi cantik. Yang pentingkan tubuh sehat, olahraga cukup, dan makan makanan sehat.

Cantik itu rambut lurus ala iklan shampo

Selama bertahun-tahun kita dibelenggu dengan mindset dari banyak iklan shampoo yang secara tidak langsung menekankan kalau cantik itu rambut lurus. Tapi berapa banyak sih dari kita yang rambutnya bener-bener flowing kayak model iklan shampoo? Kalau kita teliti, dalam setiap iklan shampo pasti modelnya punya rambut yang panjang dan lurus. Terus bagaimana dengan yang punya rambut ikal atau keriting macam saya? Tipikal rambut saya tuh megar, kering, susah diatur, dan ikal. Terus apakah saya tidak cantik?

Dulu saya juga korban stereotip ini karena ada cowok yang menganggap saya enggak cantik karena rambut singa ini. Kemudian saya menyisihkan uang saku untuk smoothing rambut. Bayangkan, saya menghabiskan sekitar 300 ribu untuk smoothing dan tidak tanggung-tanggung, 2x saya smoothing. Kenapa saya begini? karena saya ingin dianggap cantik. Tapi, yang saya dapat malah sebaliknya yaitu rambut semakin kering, rontok, merah, dan bercabang parah bahkan pertumbuhannya lambat. Butuh lebih dari 2 tahun untuk mengembalikan kondisi rambut saya ke keadaan semula.

Setelah fase ababil itu, saya sadar kalau cantik bukan dari rambut yang lurus. Dan seharusnya stereotip ini dihapuskan karena banyak teman-teman kita yang berambut keriting atau ikal tapi tetap cantik dengan menjadi diri mereka sendiri.

Cantik itu lemah gemulai

Banyak yang beranggapan kalau cewek cantik itu selalu lemah gemulai atau kemayu. Padahal banyak loh perempuan cantik yang juga pekerja keras, rajin, dan tekun. Saya gemes sekali waktu saya juga anggap kemayu karena tangan saya halus. Waktu itu ada tetangga yang bersalaman dengan saya lalu bilang kalau tangan saya halus dan pasti tidak pernah melakukan pekerjaan rumah. What the H*ll? Ibu dan bapak saya semuanya bekerja, dan saya selalu masak dan bersih-bersih bantu-bantu ibu. Sumpah saya sakit hati banget, dia pikir saya di rumah jadi Princess gitu gak ngapa-ngapain.

Menurut saya perempuan itu terlihat cantik banget kalau mereka rajin, tekun, dan bekerja keras mencapai apa yang dicita-citakan. Jadi, buang jauh-jauh deh stereotip ngaco ini.

Cantik itu ber-makeup tebal

Banyak wanita yang tidak bisa lepas dari makeup, termasuk saya apalagi blog ini beauty blog. Ya, pasti isinya tentang makeup. Tapi saya juga tidak setiap hari kok pakai makeup. Kalau cuma jalan-jalan sama suami atau temen gitu saya mah pakai bedak, ngalis dikit, dan lipstick sudah cukup. Makeup bagi saya adalah suatu wadah untuk mengekspresikan diri dalam warna. Jadi, untuk menjadi cantik tidak perlu juga pakai makeup tebal, yang penting wajah segar dan tidak layu.

Cantik itu pakai baju minim

Stereotip yang satu ini 'meh' banget ya. Dulu sebelum berhijab, saya bukan tipe yang suka pakai baju terbuka bahkan saya menjurus ke tomboy dalam hal berpakaian. Style berpakaian saya pun biasa banget, bukan yang selalu mengikuti trend. Dan saya sempet dianggap tidak cantik. Berpakaian adalah masalah preferensi pribadi; mau pakai baju minim atau tertutup cadar pun adalah pilihan pribadi. And it has nothing to do with being beauty. Mau yang berpakaian terbuka ataupun tertutup sama-sama cantik. Jangan jadikan alasan pakaian untuk menjelek-jelekkan seseorang apalagi menyangkut kecantikan.

pretty-moody.blogspot.co.id
Coco Chanel Quote
Kecantikan tidak didasarkan dengan stereotip masyarakat, tapi dari hati dan kepribadian. Karena cantik itu ejaannya C.A.N.T.I.K bukan langsing, putih, tinggi, bermakeup, dan lain sebagainya. Do not let other people bring you down just because you are not belong to the standard. Sebaliknya, jadilah standard dari kecantikan.

Sekian post kali ini, jangan lupa komen ya apakah kalian juga pernah jadi korban stereotip kecantikan seperti saya. See you in the next post.

12 komentar:

  1. Aduh kak, post ini bener-bener tepat sesuai dengan realita. Kulit putih, semua berfikir begitu karena tidak saja opini masyarakat tapi iklan yang ada pun mengedepankan kulit putih, sehingga orang berfikir standar kecantikan itu adalah orang yang berkulit putih,

    begitu juga dengan bentuk tubuh, rambut dan sifat.

    aku setuju banget, stereotip ini benar-benar salah dan orang-orang harus belajar untuk melihat dari sisi pandang lain.

    great post kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Naditha, iya aku juga sebel banget apalagi yang menyangkut bentuk dan tinggi badan. Memang orang-orang harus merubah pola pikir biar gak ada lagi korban stereotip ini.

      makasi ya sudah mampir

      Hapus
  2. Manusia itu tidak pernah puas. SUdah diberikan fisik sempurna dia ingin yang lain. Kulit putih ingin punya kulit gelap. Kulit gelap ingin punya kulit putih.
    Sekarang aku berfikir kalau cantik itu adalah mensyukuri yang telah diberikan Tuhan. Kalau ingin cantiknya keluar banget ditambahin rasa bahagia, percaya diri dan sayang sama diri sendiri. booom, mau difoto kapan pun kelihatan cantik. . . itu sih pengalamanku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Rahma, bener banget sih. SCantik itu memang bermula dari pikiran. Kalau pikiran positif pasti cantik terus. Bodo amat apa yang oranglain bilang.

      Makasih ya sudah mampir

      Hapus
  3. Aku aja pernah kejebak stereotip kayak gini secara tidak sadar, hahaha. Tapi makin ke sini makin sadar, kalau canti itu dinilai dari isi otak bukan sekedar fisik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama aku juga dulu sempet berusaha "cantik" dengan segala cara. tapi malah menyakiti diri sendiri. padahal cantik dimulai dari hati. Makasih suda mampir

      Hapus
  4. Emang sekarang sih kebanyak orang berpikir kalo cantik itu dari luarnya aja. Cuma biasanya cantik didalam akan mulai terasa jika kita sudah cukup dekat dengan orang lain, baru kita bisa melihat seberapa cantik hati dan pemikirannya.

    Salam Kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, hanya orang terdekat yang bisa menilai kita cantik apa enggak. Kalau orang lain mah taunya diluaran aja. Salam kenal juga ya.

      Hapus
  5. Ini post penting banger and so so true. Jarang ada orang yang point out semua stereotype kecantikan di Indo! Seneng bacanya, emang di Indo itu agak kompleks standards nya soalnya mix of budaya Barat+Asia+dari semua arah intinya jadi satu. Ini cocok sama apa yang aku rasain juga, terutama masalah badan langsing. Setuju pake banget.
    Thank you so much for writing!

    Joanne | Life in Blue Skies

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Joanne, aku juga merasakan susahnya keep up with the standard. Sampai akhirnya aku sadar kalau standard itu bukan patokan karena semua wanita berhak merasa cantik. Makasih ya sudah mampir.

      Hapus
  6. Satu lagi, cantik itu kulit mulus tanpa bulu. (malah jadi moto satu merk yah? Hahahaha! :p) yha gmn klo kita hidup tanpa rambut di badan? ckckck ada2 aja. :)
    Btw, nice article! Keep on writing yah! :)

    Cheers,
    https://cnovreica.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku tau produk itu. Pernah coba sekali tapi gak tahan sama baunya yang menyengat. Selama bulu tidak menggangu fungsi tubuh ya ngapain diribetin, kan? Makasih ya sudah komen.

      Hapus