Jumat, 03 Agustus 2018

Review Lakme Lip Pout Matte - Shade Victorian Rose

pretty-moody.com, lip matte, lipstick matte, lakme makeup
Review Lakme Lip Pout Matte
Ngomongin masalah lipstick emang enggak ada habisnya ya. Setelah trend matte lipstick muncul liquid lipstick. Sekarang ada juga lipstick crayon. Hemm,, tapi sebagai wanita pasti kita punya lebih dari seribu alasan untuk selalu membeli lipstick, ya khan? Cuz there is no such thing as too much lipstick, dear.

Tapi lipstick yang mau saya review kali ini bukan saya beli tapi saya dikirimi oleh eBLUSH sebagai pemenang contest menulis artikel. Isi Paketnya bermacam-macam dan salah satunya lipstick kece dari Lake Absolute. FYI, Lakme Absolute ini adalah salah satu brand makeup baru yang diproduksi di India dan berada dibawah naungan Unilever India. Produk dari Lakme Absolute ini juga beragam dan mungkin dibeberapa kota sudah ada counternya juga. Salah satu produk Lakme yang saya dapat ini adalah lipstick chubby dengan nama Lakme Absolute Lip Pout Matte.

Baca juga: Review Ranee Beauty Blender

Lakme Absolute Lip Pout Matte

Kemasan:

Lakme Lip Pout Matte ini adalah sejenis lipstick chubby dengan klaim tekstur matte. Kalau dilihat sekilas dari segi kemasan, lip pout ini mirip dengan Sephora Brilliant Jumbo Cheeks and Lips. Lipsticknya sendiri dikemas dengan bentuk bullet panjang, dengan ujung seperti crayon lengkap dengan tutupnya. Lipstick ini adalah tipe yang diputar dibagian bawahnya.

pretty-moody.com, lakme, lipstick matte, lip matte, lipstick
Review Lakme Lip Pout Matte
Kemasan Lakme lip pout ini berwarna merah dengan tutup berwarna silver dan bagian yang diputar juga berwarna senada. Saya tidak tahu kemasan untuk warna lain apakah sama juga dengan lipsticknya atau bagaimana, tapi yang jelas warna milik saya ini kemasan dan lipsticknya berwanra sama. And oh, lipsticknya dikemas dalam box berwarna hitam dengan desain minimalis.

Tidak ada yang perlu dikomplain masalah kemasan karena menurut saya praktis. Bagian ujung lipstick yang seperti crayon juga kuat dan tidak mudah patah. Meskipun istilahnya 'chubby' lipstick, tapi nyatanya ukuran lipstick ini tidak terlalu besar dan masih muat didalam pouch makeup.

Baca juga: L'oreal White Perfect Clinical Series

Ingredients:

Tidak ada yang bisa dibahas lebih lanjut tentang ingredients karena memang tidak ada daftarnya baik di box maupun di badan lipstick. I know this is kind of weird karena meskpun enggak paham dengan istilah kimia dalam kosmetik tapi serasa legha aja kalau ada daftarnya di kemasan.

pretty-moody.com, lipstick matte, lip matte, lakme makeup
Review Lakme Lip Pout Matte

Warna, Tekstur, dan Performa:

Lakme Lip Pout Matte yang saya punya ini shade Victorian Rose yang warnanya merah dengan cool undertone. I know red lipstick is not my cup of tea apalagi yang ini merahnya benar-benar gonjreng cerah ceria. Tapi beneran deh warna begini ini memberi kesan ceria dan segar diwajah. Warna merah dengan cool undertone ini bisa dipakai semua warna kulit loh, cuma saya ajah enggak pede kalau untuk keluar rumah gitu. Waktu diswatch di tangan emang warnanya cantik banget yak, seperti pink dengan blue undertone gitu. Tapi entah kenapa saat dipakai di bibir saya, warnanya jadi merah cenderung tua. Mungkin pengaruh warna kulit sih, jadi mungkin di warna kulit yang lain warnanya bisa berubah juga.

pretty-moody.com, lipstick matte, lip matte, lakme makeup
Review Lakme Lip Pout Matte
Untuk urusan tekstur, Lakme matte tipstick ini termasuk yang enak banget dipakainya. Enggak terlalu creamy ataupun terlalu kering, tapi enggak seret juga buat diaplikasikan. Yang terpenting satu kali swipe langsung keluar warnanya dan menutup warna asli bibir. Enggak perlu dipakai berualang-ulang langsung bagus. Meskipun claimnya matte lipstick, tapi masih enggak yang tipe kering dan masih transfer sedikit-sedikit. And oh, meskipun bisa menutup warna bibir dengan maksimal, tapi kalau bibirnya lagi kering dan pecah-pecah seperti saya, hasilnya kurang bagus karena menampakkan jelas garis bibir.

Baca juga: Review Kutek Stroberi

Yang saya paling suka adalah lipstik matte Lakme ini tahan banget sampai hampir 5 jam. Yah meskipun pudar sedikit-sedikit saat makan dan minum, tapi semakin pudar malah semakin bagus dan enggak terlalu gonjreng lagi. Jujur sih, saya enggak pernah pakai lipstick ini untuk single-use, karena terlalu kenceng aja warnanya apalagi buat ke Indomaret. Jadi, saya biasanya pakai buat efek ombre dengan lipstik lain yang berwarna nude tapi dengan undertone senada. Hasilnya? Bagus banget kalau dipakai buat ombre lips.

Apakah kamu juga pernah coba Lakme Lip Pout Matte ini? Share pengalamanmu dikomen ya.

I'll see you on the next post. Bye


Kamis, 19 Juli 2018

Review Pixy Line and Shadow - Praktis dan Terjangkau

pixy line and shadow, pixy eyeliner,
Review Pixy Line and Shadwo White
Bila biasanya eyeshadow berbentuk powder dan dikemas dalam bentuk palette, sekarang juga sudah ada eyeshadow dalam bentung pensil. Dari namanya pasti sudah bisa ditebak kalau eyeshadow pensil ini sangat praktis dan mudah dipakainya. Tapi, siapa sangka kalau Pixy Cosmetics menggabungan eyeshadow dengan eyeliner menjadi sebuah produk dengan nama Pixy Line and Shadow. Jenius, bukan?

Produk ini sendiri sebenarnya bukan produk yang baru. Saya pun sudah pernah pakai Pixy Line and Shadow ini cuma saya buang karena kadaluarsa. Sayang sih sebenarnya mau buang soalnya produknya masih banyak banget, tapi ya gimana lagi saya lebih takut pakai produk kadaluarsa. Akhirnya saya beli lagi, brand dan warna yang sama. Lalu apakah sama masih sama cinta seperti pertama kali pemakaian? Yuk, lanjut baca.

Baca juga: Review Ranee Beauty Blender

Pixy Line and Shadow

pixy line and shadow white, pixy line and shadow, pixy eyeliner, pixy eyeshadow
Review Pixy Line and Shadwo White

Kemasan:

Pixy Line and shadow ini adalah perpaduan antara eyeshadow dan eyeliner. Sehingga produk ini dibuat dalam bentuk pensil yang simple tanpa kotak hanya plastik segel tipis. Informasi produk, termasuk cara penggunaan, ingredients, dan sejenisnya, dicetak di plastik tersebut dan pastinya setelah dibuka akan dibuang.

Secara umum sih tidak ada yang perlu dipertanyakan tentang bentuk pensilnya namun saat pertama pakai saya sempat bingung, ini pensil diraut atau diputar ya? Padahal saat saya utek-utek bagian ujungnya enggak bisa diputar. Ternyata oh ternyata pensil ini adalah jenis yang diraut meskipun warnanya hitam. Lucu ya pensil tapi kayunya warna hitam dengan tulisan produk dan aksen bintang-bintang.

Untuk menjaga keawetan dan kebersihan produk, Pixy Line and Shadow ini juga dilengkapi tutup bening dibagian ujung pensilnya. Jadi, enggak khawatir pensil bakalan kotor atau tumpul karena tabrakan dengan benda lain.

Baca juga: Review L'oreal Clinical White Series

Ingredients:

Seperti yang sudah saja jelaskan di atas, tidak ada yang bisa dibicarakan tentang ingredients-nya. Lha wong sekali dibuka plastik segel sudah koyak enggak karuan. Lagi pula, tulisan ingredients dicetak di atas plastik bening dan tulisannya warna bening. I doubt if anyone can actually read it.

pretty-moody.com, pixy line and shadow, pixy eyeliner, pixy eyeshadow, pixy cosmetic
Review Pixy Line and Shadow White

Performa, tekstur, dan warna:

Pixy Line and shadow ini tersedia dalam berbagai warna. Kalau tidak salah ada lebih dari 8 pilihan warna dan yang saya pilih ini putih atau silver. Saya lupa tapi nama shade-nya ada di bagian segel plasik yang tentu saja sudah saya buang. Mungkin Pixy berkenan menambah koleksi warna lagi terutama warna-warna kulit. Pasti keren banget.

Yang paling saya suka dari Pixy Line and Shadow ini adalah teksturnya. Dari semua jenis eyeliner pensil yang pernah saya coba, Pixy Line and Shadow ini adalah yang paling empuk teksturnya. Saking empuknya, kalau diraut rawan patah-patah. Tapi saat digunakan, rasanya enggak perlu ngoyo, cukup diulas pelan-pelan aja. Bahkan untuk digunakan diwaterline juga enak banget dan enggak sakit cuma perlu beberapa kali pakai biar warnanya bisa benar-benar jreng terlebih untuk waterline yang tipe berair. Kalau tidak diulang beberapa kali, eyelinernya terlihat patchy atau enggak rata gitu.

pretty-moody.com, pixy line and shadow, pixy eyeliner, pixy eyeshadow
Review Pixy Line and Shadow White on inner corner
Kalau digunakan sebagai eyeshadow juga enggak susah. Karena teksturnya super empuk jadi gampang banget dipakai, seperti pakai eyeshadow pada umumnya,  dan di-blend juga gampang tapi tetap harus cepat-cepat ya biar enggak kering. Pixy Line and Shadow ini juga cukup awet. Biasanya saya pakai produk ini untuk bagian waterline dan bisa bertahan hingga 5 jam. Wow banget kan.
Padahal waterline saya tipe yang selalu berair.

Baca juga: Review Purbasari Eyeliner Pen 

Pixy Line and Shadow ini sudah menjadi kecintaan saya dan pengen beli lagi warna yang lain. Harganya juga sangat bersahabat, saya beli sekitar 30 ribuan. Selain itu juga tersedia di hampir semua counter Pixy. Kalau kamu punya eyeliner warna andalan juga? Jangan lupa share ya di komentar.

I'll see you on teh next post. Bye.



Senin, 16 Juli 2018

Review Ranee Beauty Blender - Beauty Blender Lokal Super Murah

Harus saya akui, saya bukanlah anak beauty blender dan entah kenapa enggak terlalu tertarik dengan beauty bender. Sejak pertama kemunculan beauty blender hingga perkembangannya menjadi berbagai bentuk, saya tetap setia dengan flat top brush dari Mineral Botanica studio series karena ya.. enak aja dipakainya.

Sampai akhirnya kemarin saya pakai foundation cream dari Viva Kosmetik dan baru sadar kalau brush kecintaan saya enggak cocok dengan foundation jenis cream yang kental begini. Atau saya yang enggak bisa pakainya? Pokoknya foundie yang saya pakai kayak enggak mau rata gitu kalau pakai brush. Akhirnya mau enggak mau saya harus membeli beauty blender untuk dijodohkan dengan foundation cream.

Baca juga: Review Mineral Botanica Brush Set

Sebenarnya pilihan beauty blender merk lokal tidak terlalu banyak. Ada banyak yang tidak bermerk tapi saya takut kalau bau karetnya kenceng dan performanya sama dengan sponge biasa. Lah, kalau performanya sama dengan spons biasa, kayak unfaedah gitu beli beauty blender. Makanya saya pilih yang bermerk meskipun merk lokal. Saya juga selalu berprinsip lebih baik membeli merk lokal tapi asli dari pada membeli merk luar negeri tapi palsu.

Dari seuprit pilihan merk lokal yang memproduksi beauty blender, pilihan saya jatuh pada si ungu Ranee beauty blender ini. Kenapa? Karena dia ungu. Seriusan, karena warna ungunya menurut saya cantik banget. Saya sih enggak tahu ya gimana perbandingannya dengan beauty blender merk lain, lha wong ini aja beauty blender pertama yang saya punya. Ehm, tapi tetap lanjut saya review kok.

pretty-moody.com
Review Ranee Beauty blender

Ranee Beauty Blender

Kemasan:

Beauty blender dari Ranee ini dikemas dalam box mika berwarna bening. Ada aksen tulisan Ranee warna biru di bagian depan dan juga kertas petunjuk penggunaan dan informasi produk yang diselipkan dibagian belakang. Kemasannya super simpel dan tidak berisik tapi menurut saya cukup manfaat karena kalau pas habis dipakai dan belum dicuci bakalan kelihatan. Jadi, pengen buru-buru nyuci biar enggak dikira jorok.

Oh, FYI, Ranee ini adalah salah satu merk kosmetik lokal. Enggak terlalu terkenal memang dan tidak pernah ngiklan di TV atau sosmed. Tapi, ada banyak beauty blogger lain yang sudah mereview produk kosmetik dari Ranee ini.

Performa:

Sekilas dilihat, Ranee Beauty Blender ini seperti sama saja dengan beauty blender kebanyakan. Kalau beauty blender lain berbentuk seperti telur, kalau beauty blender ini bentuknya yang miring itu (gimana ya jelasinnya? Liat fotonya aja ya.) Awalnya saya kira beauty blender ini juga sama macam spons gitu, tapi ternyata lebih padat. Beauty blender ini empuk tapi padat cuma saya aja kurang beruntung dapat yang ada bolong dipermukaannya.

pretty-moody.com
Review Ranee Beauty blender
Sama seperti penggunaan beauty blender dan spons lainnya, produk ini juga harus digunakan dalam keadaan lembab. Jangan pernah pakai beauty blender dalam keadaan kering ya. Karena hasilnya enggak akan maksimal. Kalau versi saya, beauty blender bisa dibasahin dulu dengan air (bisa juga direndam dalam air terus peras sekuat hati eh tenaga). Atau bisa juga sebelum digunakan semprot dengan komen netizen face mist terlebih dahulu.

pretty-moody.com
Review Ranee Beauty blender

Hasilnya?

Beauty blender dari Ranee ini membuat aplikasi foundation ini jadi halus dan tidak terlihat cakey bahkan untuk foundie dengan tekstur krim kental. Tapi dengan catatan kalau beauty blender harus dalam keadaan lembab ya. Kalau beauty blender kering ya tetap aja sudah dan malah menyerap produk lebih banyak. Tapi memang ya disini saya melihat perbedaan antara beauty blender dengan brush. Kalau beauty blender cenderung menyerap produk lebih banyak (karena terbuatnya juga dari spons) meski teksturnya empuk dan padat.

Baca juga: Reviw L'oreal White Perfect Clinical Series

Secara umum, mau pakai beauty blender atau flat top brush itu tergantung dengan produk yang digunakan. Kalau versi saya, segala produk yang cair (foundie, BB cream, DD Cream, dan teman-temannya) lebih enak pakai brush. Tapi kalau founde jenis krim yang kental, lebih enak pakai beauty blender.

Things that I like:

  • Hasil lebih rata untuk foundie jenis krim kental
  • Tekstur lebih padat dan empuk dari pada spons biasa
  • Warnanya ungu
  • Harganya sangat amat terjangkau cuy, cuma 27 rebu saja. 

My concern:

  • Sama halnya dengan kuas, beauty blender juga harus dibersihkan setiap selesai dipakai. Sayangkan warna ungu yang cantik berubah jadi coklat karena foundie trus dibiarkan gitu aja. 
  • Harus digunakan dalam keadaan basah/lembab. 
  • Mungkin di beberapa tempat susah cari merk Ranee. Saya belinya di toko kosmetik lokal (Saya beli di toko Ratu, Malang)
Memang sih aplikator makeup itu diciptakan sesuai dengan kebutuhan dan juga jenis produk yang digunakan. Sama dengan beauty blender ini yang juga berjodoh dengan foundie jenis krim. Yuk share beauty blender favorit kamu dikomen. Siapa tahu saya juga pengen cobain produk favorit kamu.

l'll see you on the nest post. Bye. 

Selasa, 03 Juli 2018

Jam Tangan Masih Menjadi Aksesoris Pilihan?

Bagi sebagian orang, jam tangan tidak hanya sekedar aksesoris pelengkap fashion, tapi juga sebagai alat penunjuk waktu. Meskipun sekarang semua smartphone sudah mempunyai fitur jam yang tersambung secara online, namun kehadiran jam tangan tetap tidak akan tergantikan. Bahkan, sekarang lebih banyak orang yang mempunyai lebih dari satu jam tangan sebagai koleksi.

Dibanding dengan item fashion lain, jam tangan adalah salah satu yang pas dipakai kapan saja. Mau pakai untuk hangout, acara santai, ataupun acara formal, jam tangan cocok dipakai untuk berbagai acara. Bahkan mungkin ada beberapa orang yang tidak bisa keluar rumah tanpa pakai jam tangan.

pretty-moody.com
The Watch.Co

Apakah kamu termasuk yang hobi pakai atau koleksi jam tangan?

Secara umum fungsi jam tangan memang sebagai penunjuk waktu. Tapi sekarang jam tangan juga menjadi item fashion keren. Tampil keren dengan jam tangan terbaru itu sebenarnya tidak sulit asalkan tahu tips dan triknya.
  • Padukan dengan gelang dan aksesoris lainnya. Beberapa orang memadukan jam tangan dengan gelang atau cincin untuk tampilan yang lebih keren. Kamu bisa memadukan jam tangan strap kulit dengan gelang tali. Sesuaikan saja padanan jam tangan dengan gelang sesuai dengan kepribadian kamu. Tapi tetap jangan over matching ya karena alih-alih terlihat keren, kamu malah terlihat seperti pamer perhiasan. 
  • Padukan dengan outfit. Jam tangan juga harus sesuai dengan outfit, lho. Jangan sampai kamu menggunakan jam tangan dan outfit yang tidak senada. Kalau memang ingin menonjolkan aksen jam tangan, kamu bisa pilih outfit yang sederhana. 
  • Pilih sesuai warna kulit. Pemilihan jam tangan juga harus disesuaikan dengan warna kulit loh. Kalau punya kulit yang cerah, memilih warna jam tangan tidak susah. Namun, bagi yang punya kulit gelap memilih jam tangan agak tricky dan sebaiknya menghindari warna-warna yang mencolok. Jangan sampai lah jam tangan dan warna kulit jalan sendiri-sendiri, enggak kompak itu namanya. 
  • Pilih sesuai bentuk tangan. Jam tangan memang tersedia dalam berbagai bentuk, ada yang besar, kecil, dan sedang. Jam tangan yang kecil tidak cocok untuk kamu dengan tangan yang besar dan berlemak macam tangan saya. Nah, oleh karena itu sebaiknya pilih yang sesuai dengan bentuk tangan kamu ya.  
  • Jangan lupa pakai sunscreen. Saat terlalu lama pakai jam tangan, biasanya akan meninggalkan bekas atau belang di bagian pergelangan. Untuk menyiasatinya, kamu bisa pakai sunscreen sebelum pakai jam tangan untuk melindungi kulit ya. 
Sebagai pengguna jam garis keras, saya sadar bahwa jam tangan itu sangat memudahkan. Dari pada bolak-balik ambil smartphone dari tas hanya untuk cek waktu, kan lebih praktis kalau pakai jam tangan. Soalnya saya bukan tipe yang suka cek hape setiap waktu (terutama di luar rumah) apalagi kalau cuma lihat jam saja. Ribet banget dan lebih praktis pakai jam tangan.


Membeli jam tangan sekarang tidak perlu pusing lagi. Coba deh intip di Watch.Co, ada banyak pilihan jam tangan, strap, hingga aksesoris untuk melengkapi penampilan keren kamu. Jam tangan tangan yang tersedia dibagi menjadi beberapa kategori seperti jam tangan pria, jam tangan wanita, dan lain sebagainya. Selain berdasarkan dari gender, kamu juga bisa search jam tangan terbaru berdasarkan brand loh. Kamu juga bisa dapet promo ramadhan (meski ramadhan sudah usai) yaitu diskon hingga 70%. Satu hal yang pasti kalau membeli di Watch.Co adalah semua jam tangan dan aksesoris yang dijual adalah asli, no KW KW ya. Malu lah ya, begaya-begaya pakai jam tangan, eh ternyata KW.

Eh, meskipun jam tangan yang ditawarkan Watch.co semuanya asli dan branded, tapi masalah harga cukup bervariasi loh. Bisa lah ya disesuaikan dengan kantong kamu yang kembang-kempis. Kalau lagi bosan belanja online, kamu juga bisa mengunjungi store Watch.co langsung kok sekalian cuci-mata di mall.

I'll see you on the next post. Bye



Jumat, 22 Juni 2018

Silaturahmi Mempererat atau Merenggangkan Persaudaraan?

sumber foto
Meskipun masih dalam suasana lebaran, pasti ada beberapa yang sudah males dan bete pengen cepet-cepet balik ke rumah atau ke kosan, kan? Saya juga mengalami hal yang sama, hanya saja saya tidak punya tempat lain untuk mengadu, jadi ya hanya di rumah saja.

Salah satu penyebab rasa malas dan bete bukan karena lebarannya, tapi lebih ke bertemu dengan saudara atau teman yang lama tidak berjumpa. Loh, harusnya malah excited kan ya? Kok malah bete?

Ya gimana enggak bete kalau lama enggak berjumpa, tahu-tahu pas lebaran jadi julid, nyinyir, dan ultra kepo. Nah, pasti banyak diantara teman-teman yang sudah kenyang dengan pertanyaan seperti gambar diatas. Saya juga sangat kenyang.

Saya salah satu yang percaya kalau momen lebaran itu adalah momen untuk menyambung silaturahmi dengan keluarga, saudara, dan teman, terlebih yang jauh dan jarang bertemu. Tapi, apakah silaturahmi memang benar-benar mempererat atau malah merenggangkan tali persaudaraan? Ataukah silaturahmi hanya menjadi ajang untuk kekepoan dengan menabur garam di atas luka orang lain?

Lebaran saya kali ini bukan yang terbaik ataupun terburuk, B aja gitu. Tapi perasaan saya menjadi lebih tertekan dan lebih sering menangis saat sendiri. Bagaimana tidak, dua tahun lebih menikah tapi saya belum hamil juga. Yang membuat saya tertekan sebenarnya bukan masalah itu, tapi tentang pandangan orang lain (dalam hal ini tamu yang datang ke rumah) tentang saya.

Saya kok merasa dengan mereka bertanya 'Sudah hamil belum?' kemudian saya melihat expresi mereka seperti seolah-olah menjudge kalau saya -sigh- tidak subur. Bahkan ada yang secara terang-terangan membandingkan betapa mereka lebih hebat dari keluarga saya (yang membandingkan sudah punya anak 2 dan dia adalah teman suami yang bahkan saya tidak kenal). WTH kan?

Baca juga: Tentang pertanyaan sensitif

Selama ini saya percaya apa yang diberikan dan belum diberikan oleh Allah mempunyai hikmah tersendiri. Bahwa saya belum diberikan anak, saya juga yakin Allah mempunyai alasannya. Saya memang tidak perlu tahu, saya hanya perlu percaya saja bahwa suatu saat pasti diberikan.

Namun, dibalik semua ketegaran yang sudah saya bangun, ada orang yang tidak pernah ada dalam hidup saya, tiba-tiba datang dan menabur garam. Kalau saya ingin merenggangkan silaturahmi, bisa saja saya menjawab dengan nada kasar. Tapi karena saya berbeda dengan mereka, saya hanya tersenyum saja karena semakin saya ngomong akan semakin sakit hati saya.

Inikah silaturahmi yang kita inginkan? yang meninggalkan luka pada tuan rumah yang sudah kita datangi tanpa tahu seberapa keras perjuangan mereka. Bertanya pada masalah-masalah yang seperti ini memang sensitif. Terlebih kalau kita tidak bisa memberi solusi atau membantu apa-apa, sebaiknya hindari untuk bertanya atau cukup dengan doakan mereka. Saya lebih senang kalau ada yang tanya kemudian mereka mendoakan karena mereka tahu hanya doa yang bisa membantu saya.

Apakah kamu termasuk yang suka bertanya pertanyaan sensitif? 

Mungkin bagi banyak orang pertanyaan seperti 'kok gendutan ya?', 'kok belum hamil?', 'kok belum lulus?', dan kok, kok yang lain termasuk dalam ketegori small talk atau basa-basi. Tapi tidak bisa kah pertanyaan basa basi diganti menjadi yang positif dan tidak menyakitkan hati? Karena terkadang berawal dari kepo kemudian berlanjut ke pamer dan membandingkan diri. Ingat, jangan jadi matahari dengan membandingkan diri pada bulan, bersinarlah tanpa membandingkan diri ataupun mematikan sinar orang lain.

Kita semua tahu hidup ini berat. Tidak perlu lagi menambah beban pada seseorang dengan mengorek kenangan, menabur garam diatas luka hanya karena rasa kepo. Doakan saja yang terbaik untuk saudara dan temanmu dengan begitu silaturahmi menjadi jalan mempererat persaudaraan.

Tulisan saya ini hanya sekedar curhat dan tidak bermaksud menyinggung siapa-siapa. Bahkan saya yakin orang yang saya maksud juga tidak akan berada disini untuk membaca tulisan ini. Namun, bagi yang mempunyai kesempatan membaca tulisan ini, ayok mulai sekarang kita ganti kebiasaan kepo dengan yang positif. Jangan menodai silaturahmi dengan kepo, pamer, membandingkan diri, dan sejenisnya. Masa iya habis minta maaf bikin dosa lagi?

I'll see you at the next post. Bye.