Tuesday, 4 May 2021

Review Scarlett Brightly Ever After Skincare

Setelah kemarin sempat nyobain rangkaian body care dari Scarlett, sekarang saya penasaran ingin  nyobain juga rangkaian skincarenya. By the way, skincare dari Scarlett ini termasuk produk yang paling baru ya, jadi masih fresh from the oven. Saya tertarik buat coba skincare Scarlett ini karena memang suka dengan body carenya dan berharap banyak kalau skincarenya bisa sebagus itu.

Rangkaian skincare Scarlett ini terdiri dari empat produk yaitu sabun wajah, serum, krim siang, dan krim malam. Produk krimnya ini yang paling baru dan menarik perhatian banget. Nah, skincare Scarlett ini terdiri dari dua varian yaitu varian Acne Series dan Brightly Series. Sekilas dari kemasan nampak sama saja antara varian Acne dan Brightly, namun yang membedakan itu varian acne berwarna ungu dan Brightly berwarna pink.

Review Scarlett Brightly Ever After Skincare

Seperti namanya varian Acne Series ini ditujukan untuk kulit yang acne prone. Varian yang ini mempunyai fungsi utama mengurangai peradangan dan menyembuhkan jerwat, menyamarkan pori-pori dan garis harus, serta melembabkan dan menghaluskan tekstur kulit. Kandungan bahan aktifnya adalahCM Acnatu, Poreaway, Double Action Salicylic Acid, Natural Vit C, Natural Squalane, Hexapeptide-8, Aqua Peptide Glow, dan Triceramide.

Sedangkan untuk varian Brightly Series ini bermanfaat untuk mencerahkan kulit, meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit, memudarkan bekas jerawat, menyamarkan pori-pori dan garis halus dan mengencangkankulit wajah. Varian Brightly ini mengandung Niacinamide, Hexapeptide-8, Glutathione, Rainbow Algae, Aqua Peptide Glow, Rosehip Oil, Poreaway, Triceramide, Natural Vit C, dan Green Caviar.

Scarlett Brightly Series

Buat saya memilih varian skincare Scarlett cukup gampang karena masalah kulit saya kering dan kusam, jadi saya memilih varian Brightly Series. Yuk,mari kita bahas produk Scarlett Brightly Series satu per satu ya.


Review Scarlett Brightly Ever After Face Wash

Scarlett Brightening Face Wash

Sungguh saya tidak menyangka bakalan suka banget sama sabun wajah scarlett ini. Padahal sebelumnya saya enggak begitu tertarik dengan facial washnya, tapi malah jadi produk favorit saya Yha, tahulah saya bukan tipe orang yang gonta-ganti sabun wajah, tapi sabun wajah Scarlett ini benar-benar diluar dugaan saya.

  • Kemasan – sabun wajah ini punya kemasan yang unik karena dikemas dalam botol bening sebanyak 100 ml dengan tutup flip top yang rapet. Menurut saya kemasan begini fresh banget karena biasanya sabun wajah itu kemasannya tube. Karena botolnya yang bening, jadi isi didalamnya juga terlihat.
Review Scarlett Brightly Ever After Face Wash
  • Tekstur – Enggak Cuma dari kemasan aja yang unik, tekstur sabun wajah ini juga unik banget. Sabun wajah Scarlett ini teksturnya gel yang cair, bukan cream seperti kebanyakan sabun wajah. Warna sabun wajahnya bening agak-agak pink dan ada butir-butir gelembung yang juga berwarna pink dan rose petal atau kelopak bunga mawar. Sekilas sih sabun wajah ini mirip dengan body scrub Scarlett hanya saja teksturnya lebih cair. 
Review Scarlett Brightly Ever After Face Wash
  • Aroma – Aroma sabun wajah ini juga segar banget dengan aroma floral yang manis. Lagi-lagi, aromanya hampir mirip dengan aroma shower scrubnya, but I’m not complaining though.

Review Scarlett Brightly Ever After Face Wash
  • Ingredients – Kandungan utama facial wash Scarlett ini adalah Glutathione, Aloevera, Rose Petal, dan Vitamin E. Yang membuat saya enggak takut mencoba produk ini adalah karena face washnya tidak mengandung SLS/SLES. Glutathione dan Niacinamide sepertinya menjadi bahan wajib untuk produk Scarlett karena mempunyai fungsi untuk mencerahkan. Selain itu, face wash ini juga mengandung glass beads yang membuat teksturnya bergelembung cantik.

Saya paling enggak suka kalau face wash membuat wajah terasa kering dan seperti ketarik. Tapi facial wash Scarlett ini sama sekali enggak menyebabkan wajah kering. Malah setelah cuci muka, wajah langsung terasa lembut dan kenyal. Selain itu, wajah juga terasa bersih, tidak greasy atau berminyak, dan juga tidak ketarik. Jumlah busanya juga masih standar, enggak yang terlalu banyak jadi gampang dibilas. Puas banget saya coba facial wash ini.

Review Scarlett Brightly Ever After Serum

Brightly Ever After Serum

Dari semua produk Brightly Series, Brightly Ever After Serum ini yang paling menarik perhatian saya. Ya iyalah, wong serum ini bikin gempar sejagat sosial media. Makanya saya juga penasaran banget pengen coba serum ini. 

  • Kemasan – Kemasan serum Scarlett ini sama dengan serum pada umumnya, yaitu botol kaca berwarna pink sebanyak 15 ml dengan tutup pipet. Tutup botolnya rapet, tapi pas baru datang punya saya ini seperti sedikit longgar jadi ada serum yang merembes. Tutup pipetnya juga enak buat ambil produknya dan ujung pipetnya juga pas tidak terlalu besar atau kecil.
Review Scarlett Brightly Ever After Serum
  • Tekstur – Tekstur serum Scarlett ini kental, tapi tidak sekental gel. Jadi ketika diaplikasikan ke wajah serum masih akan mengalir meski tidak secair toner. Tapi meski kental, serum ini cepat meresap, lho.
Review Scarlett Brightly Ever After Serum
  • Aroma – Percaya atau enggak, tidak ada daftar parfum dalam ingredients serum Scarlett ini. Jadi bisa dibilang serum ini tidak mempunyai aroma tapi menurut saja aromanya seperti aroma tumbuhan atau rempah-rempah yang samar banget. Keren banget lho Scarlett berani buat skincare tanpa parfum begini.
Review Scarlett Brightly Ever After Serum
  • Ingredients – Bahan aktif dalam serum Scarlett ini adlaag Phyto Whitening, Glutathione, dan Vitamin C. Bahan-bahan ini terkenal untuk mencerahkan dan melembabkan wajah. Bagusnya lagi, serum ini tidak mengandung paraben ataupun alkohol.

Brightly Ever After Serum ini sesuai dengan ekspektasi saya. Serumnya kental tapi mudah menyerap tanpa meninggalkan rasa berminyak atau greasy. Jadi setelah beberapa detik bisa langsung dilanjut dengan skincare berikutnya.

Review Scarlett Brightly Ever After Day Cream

Brightly Ever After Day Cream

Bintang dari skincare Scarlett adalah day cream dan night cream. Scarlett day cream ini juga enak banget lho dipakainya.

  • Kemasan – Scarlett day cream dikemas dalam jar dari bahan kaca sebanyak 20 gr dengan tutup ulir yang rapet. Bagian dalamnya ada sekat antar tutup dan isi krim sehingga lebih aman dan higienis. Tapi day cream ini tidka dilengkapi dengan spatula, so make sure your hand is clean before applying.

Review Scarlett Brightly Ever After Day Cream
  • Tekstur – tekstur Brightly Ever After Day Cream ini krim yang kental berwarna putih. Meskipun teksturnya kental, tapi mudah diratakan dan mudah meresap. Selain itu, day cream ini tidak menyebabkan rasa berminyak atau greasy setelah digunakan tapi kulit langsung terasa lembab. 

Review Scarlett Brightly Ever After Day Cream
  • Aroma – sama seperti serumnya, day cream Scarlett ini tidak mengandung parfum. Tapi menurut saya ada aroma tumbuhan yang lembut ketika dipakai.

Review Scarlett Brightly Ever After Day Cream
  • Ingredients – Niacinamide, Hexapeptide-8, Glutathione, Rainbow Algae, Aqua Peptide Glow, Rosehip Oil, Poreaway, Triceramide, dan Purefix DC. Selain itu, day cream ini tidak mengandung parfum, paraben, dan juga alkohol.

Day cream Scarlett ini sesuai dengan ekspektasi saya. Daya lembabnya pas tidak terlalu berminyak karena pemakaiannya siang hari tapi cukup lembab untuk digunakan sebelum makeup. Hanya saja, day cream Scarlett ini tidak mengandung SPF atau UV filter jadi harus apply sunscreen setelahnya ya.


Review Scarlett Brightly Ever After Day Cream

Brightly Ever After Night Cream

Sebenarnya saya lebih senang pakai skincare itu ketika malam hari. Kalau siang hari, saya usahakan pakai yang sesimpel mungkin. Jadi saya lebih excited buat coba night cream Scarlett ini.

  • Kemasan – kemasan krim malam Scarlett ini sama dengan krim siangnya, yaitu kemasna jar kaca sebanyak 20 gr. Yang membedakan hanya warna labelnya saja yaitu warna pink untuk krim malam dan kombinasi pink-putih untuk krim siang.

Review Scarlett Brightly Ever After Day Cream
  • Tekstur – Tekstur night cream Scarlett ini adalah krim yang kental tapi cenderung lebih berair dibanding dengan krim siang. Sehingga ketika diaplikasikan langsung meleleh di kulit. Sama dengan krim siang, krim malam Scarlett ini juga mudah menyerap tanpa meninggalkan rasa berminyak berlebih dan kulit tetap kenyal dan lembut.

Review Scarlett Brightly Ever After Day Cream
  • Aroma – night cream Scarlett ini tidak mengandung parfum di daftar ingredientsnya. Namun ada aroma tumbuhan sama dengan day cream-nya.

Review Scarlett Brightly Ever After Day Cream
  • Ingredients – Niacinamide, Hexapeptide-8, Glutathione, Aqua Peptide Glow, Poreaway Natural Vit C, dan Green Caviar. Sama dengan day cream-nya, night cream ini tidak mengandung paraben, parfum, ataupun alkohol ya.

Sejauh ini, night cream Scarlett ini adalah krim malam tertenak yang pernah saya coba. Teksturnya pas, daya lembab bagus, dan cepat meresap. Jadi enggak perlu nunggu lama sebelum mengaplikasikan skincare selanjutnya.

Produk Skincare Scarlett ini memang terkenal sebagai skincare untuk mencerahkan wajah. Namun tenang semua produknya tidak mengandung Hydroquinon dan Merkuri sehingga aman untuk digunakan tanpa menimbulkan efek samping. Selain itu, produk skincare-nya juga sudah terdaftar BPOM dan cruelty free alias tidak diujicobakan pada hewan.

Baca juga: Review Pixy White Aqua Gel Night Cream

Before and After Impression


Review Scarlett Brightly Ever After Before-After

Saya sudah hampir satu minggu menggunakan rangkaian skincare Brightly Scarlett ini. Sejauh ini tidak ada efek samping seperti jerawat, purging, rasa perih, dan sejenisnya. Malah kulit saya jadi lebih lembab dan lembut. Tekstur kulit juga semakin membaik dan tidak kasar. Efek mencerahkannya juga tidak langsung instan jadi putih macam orang Korea. Tapi wajah terlihat lebih berseri dan segar.

Produk favorit saya adalah facial wash dan serumnya. Tapi skincare bisa maksimal kalau digunakan secara bersama.

Tapi perlu diketahui saya juga mengkombinasikan skincare Scarlett ini dengan skincare lain seperti toner, sleeping mask, dan sunscree. Semoga kedepannya rangkaian skincare Scarlett jadi lebih lengkap ya.

Baca juga: Review Wardah Seaweed Primary Skin Hydrating Booster

Where to buy?

Selalu saya beli produk skincare ataupun bodycare Scarlett hanya dari official store di Shopee Scarlett Whitening Official Shop. Oh iya, untuk setiap produk Skincare Scarlett ini harganya 75 ribu saja lho.

Apakah kamu sudah coba skicare Brightly Series dari Scarlett?

I’ll see you on the next post. Stay safe and stay healthy.

Friday, 23 April 2021

Target yang ingin dicapai

 

Meskipun bulan Januari sudah lewat tapi membuat target tetap sah-sah saja kan. Yha, karena kadang kalau tahun baru pun belum kepikiran target apa yang ingin dicapai tahun ini. Baru beberapa waktu setelahnya bisa mikir target yang dicapai. Buat saya sih target tahun ini bukan suatu hal yang muluk-muluk karena sayapun ada bayi. So, I don’t think I can do much but still try my best. Disamping menjaga si bayi, saya juga mempunyai beberapa target untuk 2021 ini.

Rutin ngeblog

For real. Saya ingin kembali rutin ngeblog seperti dulu. Karena pekerjaan saya yang juga menulis membuat ngeblog sering terlewatkan. Apalagi kalau sudah dikejar dengan deadline job. Sebisa mungkin saya ingin tetap menulis topic yang berhubungan dengan kecantikan. Selain itu, saya juga ingin menulis hal-hal yang bisa menginspirasi teman-teman.

Travel more

Siapa sih yang enggak pengen berlibur atau traveling setelah pandemic ini usai. Capek banget kan ya di rumah saja. Yha, meskipun sekarang juga bisa sih berlibur tapi saya masih ada bayi yang belum bisa pakai masker. Kasihan kalau harus diajak jalan-jalan ke tempat-tempat umum. Semoga nanti kalau anak bayi sudah besar, sudah bisa pakai masker, dan pandemic juga usai. Jadi bisa berlibur dengan bebas.

Lebih rutin pakai skincare

Tahun kemarin karena hamil saya jadi males banget pakai skincare. Bahkan skincare dan kosmetik saya banyak yang kadaluarsa. Sekarang anak bayi sudah lahir, saya pengen bisa rutin lagi pakai skincare. Kulit saya ini sudah semakin kering dan muncul freckles gitu. Sedih kalau lihat wajah sendiri di kaca. Kayak gak terurus.

Save up!

Tahun ini saya ingin rutin menabung. Saya bukannya enggak bisa menabung ya, cuma terkadang godaan shopping online lebih besar. Semoga rencana menabung ini bukan hanya rencana saja karena bagi saya yang bukan pekerja kantoran ini, punya tabungan dan dana darurat itu penting banget.

Tahun ini saya tidak menargetkan hal yang muluk-muluk. I am glad with my life at the moment. Selain itu, karena anak bayi masih kecil dan belum bisa ditinggal si emaknya, jadi kegiatan saya sehari-hari sedikit terbatas. Kalau kamu target tahun ini apa?

See you on the next post. Stay healthy and stay safe ya.

Tuesday, 20 April 2021

My 7 Deepest Darkest Secret No One Knows About

Kalau ngomongin fakta tentang diri sendiri tuh pasti enggak ada habisnya. Soalnya pasti ada saja yang selalu disembunyikan karena berbagai alasan. Well, everyone has secrets, right? Dulu saya pernah menceritakan fakta (kurang) menarik tentang diri saya disini. Tapi sekarang topik challenge-nya sama lagi. 

Yha, meskipun bukan suatu hal yang bikin penasaran, tapi beberapa orang mungkin enggak menyangka kalau saya punya sifat atau kebiasan seperti ini. Yuk lanjut baca ya. 

I read comic

Well, kalo orang lain sukanya baca novel, saya bisa dibilang baca keduanya atau apapun. Saya memang dari kecil suka sekali membaca. Waktu SMP saya kenal dengan dunia komik karena teman-teman saya juga membaca komik yang sama. Lalu, bertahun-tahun kemudian saya masih suka baca komik. Dulu sempat terhenti waktu kuliah karena saya harus membaca novel sastra yang super banyak. Tapi kemudian hobi baca komik ini muncul lagi. Senangnya sekarang sudah banyak aplikasi baca komik baik yang gratis atau berbayar. Jadi hobi saya ini serasa semakin terpupuk. Oh iya, saya juga sudah buat rekomendasi komik favoirt saya, lho. 

I like journaling

Saya sekarang lagi gandrung dengan jouraling, bail bullet journaling dan art journaling. Berawal dari suka koleksi notes dan bolpoin warna-warni, saya jadi pengen bunya journal yang super aesthetic macam yang ada di internet. Tapi ya, balik lagi saya buat jurnalnya sebisanya saja karena journaling takes time. 

(Sempat) pengen jadi dokter

Dulu waktu lulus SMA, saya sempat bingung mau pilih jurusan kuliah apa. Saat itu sempat terpikir mau daftar kedokteran, tapi saya ragu-ragu and no one convince me at that time, jadinya saya malah memilih sastra Inggris. Sekarang setelah bertahun-tahun lulus SMA, saya menyesal kenapa dulu enggak berjuang memilih kedokteran. Sebenarnya kalau dipikir-pikir saya punya kompetensi untuk menjadi dokter, hanya saja rasa ragu-ragu lebih besar. Jadi, ya...... Tapi itu sudah lewat ya. I just fine the way it is now

Enggak suka buncis

Entah ya, saya hampir semua sayur suka. Tapi buncis? Thanks, but no thanks. Menurut saya buncis itu rasanya seperti plastik. Enggak seperti brokoli atau sayuran lain. Jadi biasanya kalau lagi makan terus ada buncis pasti saya sisihkan karena dipikiran saya rasanya pasti seperti plasti. Padahal saya juga enggak pernah makan plastik, mungkin itu hanya sugesti saya saja. 

Koleksi sticker

Kalau orang lain koleksi tas atau separtu, saya koleksinya sticker. Apalagi sejak saya suka journaing, saya semakin gencar cari sticker-sticker aesthetic yang lucu-lucu. Beberapa stiker saya beli dan ada juga yang saya print sendiri di kertas sticker. Gak kerasa juga sekarang sticker saya jadi buanyak. 

Enggak pernah potong rambut ke salon

Saya yakin hampir semua orang pasti pernah ke salon buat potong rambut ya kan. Saya terakhir ke salon buat potong rambut itu sekitar tiga tahun lalu dan saya kapok. Yang bikin saya kapok bukan potong rambutnya tapi waktu cuci rambut, rambut saya ditarik-tarik. Jadi si embak salon ini ambil sejumput rambut saya kemudian ditarik. Mungkin tujuannya biar rileks kali ya, tapi yang ada saya makin pusing. Habis itu saya kapok ke salon. Sekarang kalau potong rambut, yang memotong suami sendiri. Enggak sebagus salon sih, tapi lumayan lah. 

A fan of Mamamoo

Sebenarnya saya bukan seorang yang suka banget sama K-pop, hanya kadang-kadang saya dengerin lagu Korea. Saya pun enggak banyak update tentang isu-isu yang ada di K-pop. Tapi satu girlgroup yang saya suka banget itu Mamamoo. Saya suka lagu-lagu mereka. Suka dengan gaya penyanyinya yang menurut saya beda dengan girlgroup yang lain. Mereka itu seperti punya karakter sendiri-sendiri tapi bisa melengkapi satu sama lain. Favorit saya di Mamamoo itu Hwasa. I like how she makes her own beauty standard

Jadi, apa rahasiamu? Share di komentar yuk.

I'll see you on the next post. Stay healthy and stay safe.


Saturday, 17 April 2021

Biggest Achievement in Life

Apa sih pencapaian terbesar dalam hidupmu?

Pernah gak sih merasa insecure dengan pertanyaan ini? Saya iya banget. Dulu saya insecure kalau ditanya masalah pencapaian, tapi sekarang sudah bisa mengatasi perasaan negatif itu. Biang maslaahnya sih sederhana ya karena masalah pekerjaan. Orang disekitar saya tidak melihat kalau pekerjaan saya sebagai sebuah pekerjaan yang nyata. Just because it is an online job and they do not understand the mechanism. Sedikit banyak persepsi orang disekitar mempengaruhi pola pikir saya .dan mulali membuat saya insecure. 

Lalu saya mulai banyak berkomunikasi dengan suami masalah insecure ini yang mulai membuat saya negatif juga. Sampai akhirnya saya bisa lepas dari orang-orang sekitar dan mulai berhasil berpikur lebih positif. 

Menjadi lebih mandiri

Usia sudah 31 tahun, tapi masih kerja jadi penulis online, enggak punya seragam, dan enggak punya kantor. Siapa yang enggak insecure kalau dibilang macam itu? Tapi kembali lagi ya bagaimana cara kita melihat keadaan. Bagi saya saat ini merupakan pencapaian terbesar karena bisa menjadi lebih mandiri. Meskipun pekerjaan menjadi penulis online, namun saya dan suami sudah bisa mandiri dengan tidak lagi berada di rumah orang tua. Buat saya karir yang tinggi tidak ada artinya bila masih harus terkurung dan terpaksa mengikuti keinginan orang lain. Saya lebih menyukai kebebasan and I don't want to live up to other expectations.

Menjadi mandiri tentu membutuhkan tanggung jawab yang besar. Namun apapun yang akan terjadi saya dan suami sudah memilih jalan ini. And we are proud of our life. Terserah orang lain mau bilang apa saya enggak kerja atau apa, yang penting saya sudah mandiri.

Beng a mom

Bagi beberapa orang menjadi seorang ibu sepertinya bukan suatu hal yang besar. Tapi bagi saya yang sudah menunggu momen ini selama 5 tahun, being a mom is something special. Menjadi ibu menghilangkan segala kecemasan tentang tubuh dan kesehatan saya. Karena saya sempat takut kalau mandul atau apalah. But then God sent me a little angel

Perjuangan saya menjadi seorang ibu tidak mudah dan saya rasa ibu-ibu yang lain juga tidak mudah menjadi ibu. Lebih dari apapun atau jabatan apapun, being a mom is my biggest achievement. Bukan saya tidak punya mimpi atau ambisi dengan karir, tapi untuk sekarang prioritas saya adalah anak. Ketika anak saya lahir saya mempunyai target dan mimpi baru. 

Kalau kamu apa pencapaian terbesar dalam hidup?

Stay safe anda healthy everyone.


Thursday, 15 April 2021

A Blog and Why You Should Set Clear Goals

Mungkin saya termasuk orang yang insecure dengan masa depan. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam waktu-waktu mendatang membuat perasan menjadi cemas, termasuk untuk masa depan blog ini. 

Ketika awal membuat blog ini, harapan terbesar saya untuk blog ini adalah bisa masuk ke dalam halaman pertama di search engine, mempunyai banyak pengikut, dan bisa menghasilkan rupiah dari blog ini. Tapi seiring waktu harapan saya untuk blog ini juga ikut berubah. Bila dulu saya bekerja keras agar bisa terdaftar Google Adsense. Tapi sekarang saya berharap bisa payout dari Google Adsense yang sulitnya melebihi ketika mendaftar. Serius. Meningkatkan penghasilan dari Google Adsense itu ternyata lebih sulit daripada waktu mendaftar, lho. 

Sebenarnya mengapa sih harus mempunyai goal atau harapan untuk blog? Bukannya menulis blog ini hanya sebagai hobi alias bersenang-senang. Yes, in general, it is a hobby, tapi ada yang lebih dari sekedar menulis untuk blog saja. 

Blog bisa berkembang

Awalnya menulis blog memang hanya untuk sekedar hobi saja. Bahkan daftar Google Adsense juga iseng-iseng berhadiah. Tapi serius, tanpa harapan dan goal, blog tidak akan bisa berkembang. Kamu hanya akan stuck disitu-situ saja dan menulis dalam zona nyaman saja. Kalau kamu ingin blog bisa masuk ke halaman pertama search engine, you have to work for it

Kalau harapanmu ingin diterima Adsense, cari tahu apa yang harus dilakukan agar blog mempunyai kualifikasi yang diinginkan. Bila ingin payout dari iklan, konsisten menulis sehingga pengunjung semakin banyak. Tanpa harapan, blog hanya akan berjalan ditempat dan tidak ada perkembangan. 

Menjadi lebih termotivasi

Pernah merasa stuck atau buntu ketika menulis untuk blog? Itu karena kamu hanya sekedar menulis saja tanpa ada tujuan yang jelas. Harapan atau goal memberikan tujuan untuk blog sehingga kamu bisa tahu blog ini mau dibawa kemana dan dijadikan seperti apa.

Selain membuat blog lebih berkembang, harapan membuat kamu lebih termotivasi untuk menulis. Jujur sih menulis juga membutuhkan inspirasi dan mood yang baik. Salah satu sumber inspirasi dan mood datang dari harapan. Ketika kamu membuat goal untuk blog, kamu akan lebih termotivasi sehingga bisa membuat blog menjadi lebih baik. 

Harapan untuk Pretty and Moody

I've said it, a blog has to have goals. Untuk sekarang saya tidak ingin membuat harapan yang terlalu berlebihan mengingat blog ini baru aktif lagi. Tapi saya ingin konsisten menulis seperti dulu lagi sehingga bisa payout dari Google Adsense. Well, it not about the money, actually. Tapi tentang aktif menulis dan foto-foto yang menurut saya sangat menyenangkan. 

I don't really care about being in the first page in search engine, though. Karena ada lebih banyak website besar yang mendominasi. Tapi setidaknya saya bisa membagikan tulisan-tulisan yang bermanfaat untuk pembaca setia blog Pretty and Moody. 

Wednesday, 14 April 2021

Kenapa sih Harus Ngeblog?

Kenapa sih masih kekeuh ngeblog?

Disaat semua orang sudah sibuk dengan bikin video, mengapa masih ada orang yang repot-repot nulis blog?

Memang sih sekarang semua orang lebih senang lihat video karena visualisasi yang lebih baik. Tapi saya tetap memilih memelihara blog yang sempat 'pingsan' ini. 

Kenapa?

Simpel aja karena saya memang suka menulis. Saya bisa sih ikut-ikutan bikin video macam orang-orang tapi ngedit video itu lho yang lebih rumit dari sekedar shooting. 

Bagi saya menulis lebih sederhana karena kita tinggal nulis aja apa yang ada dipikiran terus disunting dan bisa langsung dipublish. Kalau mau yang lebih kompleks ya bisa buat rencana tulisan terlebih dahulu biar tulisan bisa fokus. 

Terus kenapa memilih blog?

Saya memilih menulis di blog karena rasanya lebih personal. Bener gak sih kalau nulis blog itu rasanya personal karena kita bisa menulis apa aja yang kita inginkan. Bahkan kita pula yang menentukan niche blog dan pengelolaannya. Misalnya nih awalnya blog Pretty and Moody ini saya fokuskan niche adalah beauty. Tapi semakin kesini, I treat this blog as my diary. Jadi semacam tempat buat saya bisa curhat dan melimpahkan isi pikiran dengan bebas. 

Sebenarnya menulis blog itu cocok buat orang yang termasuk enggak pede tampil di depan kamera, seperti saya. Jadi menulis blog membuat saya nyaman. Bahkan ketika pekerjaan utama saya juga menulis, saya tetap nyaman menulis di blog. I think that's what we called hobby. Enak kan punya hobi yang (kadang) berbayar. 

Saya emang seneng banget nulis. Mimpinya sih pengen nulis novel tapi sekarang bisanya masih nulis blog. Ya sambil jalan lah ya siapa tahu nanti bisa kesampaian nulis novelnya. Sekarang buat saya sih fokus menulis di blog sudah cukup karena blog ini sempat berhenti selama setahun kemarin. 

Meskipun terkesan sudah outdated, namun peminat pembaca blog juga tetap banyak kok. Buktinya saya sendiri masih suka blogwalking kesana kemari terutama kalau cari review skincare atau kosmetik. Jadi, kalau kamu mau mulai menulis blog, jangan ragu ya karena masih banyak pembaca blog lho. Yang penting menulis dengan konsisten saja. 

Lalu bagaimana dengan page view dan sejenisnya?

Prinsip saya sih yang penting menulis dulu. Urusan page view akan mengikuti dengan sendirinya kalau sudah rajin menulis. Kalau enggak rajin menulis ya gimana bisa dapat pembaca, kan?

I'll see you on the next post. Stay safe and stay healthy. 

Dibalik Nama Pretty and Moody

 Welcome to #BPNRamadan2021

Terakhir saya ikut challenge ini tuh di tahun 2019. Semoga tahun ini bisa tuntas 30 blogpost dalam 30 hari.

Tantangan hari pertama ini topiknya adalah tentang nama blog. Sebenarnya saya tuh bukan orang yang kreatif dalam membuat nama blog. Bahkan sempat bingung milih nama waktu pertama kali buat blog ini. Pengennya sih buat nama blog yang unik dan eye-catching macam blog orang-orang. Tapi ya ternyata saya enggak sekreatif itu dalam memilih nama. 

Anyway, nama blog ini tuh Pretty and Moody. Sebenarnya tidak ada alasan khusus dalam memilih nama ini. Cuma karena saya pikir nama pretty dan moody itu seirama aja. It's just the ryhme. Kalau artinya sih sudah jelas ya pretty itu cantik dan moody itu mood yang suka berubah-ubah. 

Jadi saya pilih nama pretty itu karena sebenarnya blog ini memang saya buat sebagai beauty blog meskipun akhirnya jadi blog yang all niche alias campur-campur gini. Sedangkan moody saya pilih karena memang saya orangnya moody atau gampang berubah-ubah mood. Dan kebetulan saja dua kata tersebut mempunyai irama yang sama. 

Dibalik nama Pretty and Moody

Apakah mudah diingat?

Well, harapannya sih nama blog saya ini mudah diingat ya. Makanya saya pilih nama yang super simpel dengan kata-kata yang sering didengar dalam kehidupan sehari-hari. Bisa sih saya milih nama blog dengan kata yang super belibet dan keriting, tapi nanti kalau susah diingat bagaimana dong. 

Memang memilih nama blog itu selain harus sesuai dengan filosifi blognya juga harus mudah diingat. Gak mau kan pembaca pada kabur karena selalu lupa dengan nama blog yang susah. 

Kenapa enggak pakai nama sendiri?

Iya ya, saya juga sempat kepikrian kenapa enggak pakai nama sendiri. It's not that I don't like my name, tapi saya pikir nama saya itu cukup susah diucapkan. Sehingga saya pikir enggak terlalu cocok untuk dijadikan nama bloh. Tapi, entahlah apa yang saya pikirkan waktu saya buat blog ini, namun sekarang setelah blognya jadi, saya enggak mungkin ganti nama baru. Mungkin nanti kalau saya ada kesempatan buat blog baru, saya akan buat dengan nama sendiri. 

Kalau kamu, apa arti nama blogmu? 

See you on the next post. Stay safe and stay healthy always.