Friday, 14 December 2018

Memory as a Kid: Kenangan Generasi 90an


Banyak yang bilang kalau generasi 90an itu adalah generasi yang menyenangkan. Tidak ada smartphone, YouTube, dan bahkan acara TV pun masih terbatas. Alhamdulilah, saya dari kecil saya tumbuh layaknya anak kecil pada umumnya, bukan karbitan. Ada banyak hal yang saya syukuri dengan menjadi generasi 90an, salah satunya adalah karena jenis pemainan yang saya gemari. Berikut ini beberapa kenangan permainan khas generasi 90an yang saya ingat sampai sekarang.

Brick game

Sumber: iprice.co.id
Ini adalah gadget pertama yang saya punya. Kalau jaman saya dulu dibilangnya gembot, padahal aslinya game watch. Biasanya ada beberapa jenis game, tapi tetap yang paling favorit adalah Tetris. Kalau main ini bisa rebutan satu rumah bahkan nenek saya pun suka main game ini.

Koleksi penghapus warna-warni

Sumber: Kepo.id
Mungkin ini menjadi salah satu awal saya suka koleksi stationary warna-warni. Saya sejak SD sudah hobi beli penghapus, meskipun sebenarnya enggak butuh. Yang dibeli juga bukan penghapus mahal, Cuma penghapus gambar bendera negara atau gambar panda. Kalau dapat penghapus yang bentuknya unik, lebih seneng lagi, dan enggak akan dipakai. 

Nonton Telenovela

Kalau sekarang sukanya nonto Drama Korea, dulu saya sukanya nonton telenovela. Favorit saya Amiogos X Siempre. Pernah saking asyiknya nonton sampai dimarahin emak karena sudah waktunya belajar. Duh, masih ada enggak ya yang sekarang nontonin telenovela. 

Boneka kertas

Sumber: IDNTimes
Dulu sih saya bilangnya bongkar pasang. Itu loh boneka kertas yang bajunya bisa diganti-ganti. Mainan ini yang bikin saya pandai mix and match baju. Dulu saya punya satu kotak sepatu penuh dengan boneka kertas ini. Terus untuk melengkapi bonekanya, saya juga bikin semacam kursi dan tempat tidur dari kertas juga. Kreatifnya jaman dulu ya. 

Monopoli dan Ular tangga

Dua mainan ini juga identik banget dengan tahun 90an. Dulu saya paling hobi main monopoli sama ular tangga. Yang punya hotel paling banyak, itu yang menang. Duh, jaman dulu kaya banget ya udah bisa beli hotel. 

Dakon dan bekel

Ini adalah dua permainan favorit saya sepanjang masa. Entah kenapa main dakon itu buat saya seperti stress healing gitu. Tapi saya langsung uring-uringan kalau biji dakon ada yang hilang. Selain dakon, saya juga suka banget main bekel. Bisa sampe berjam-jam tuh main bekel, sampe lupa waktu. 

Kalau ngumpulin tugas, pasti berebut paling bawah

Yang ini khas anak SD banget. Dulu saya juga pasti berebut ngumpulin tugas paling bawah sendiri. Entah alasannya apa tapi logikanya kalau paling atas pasti dikoreksi guru terlebih dahulu. Padahalkan terserah guru ya mau koreksi dari paling bawah atau atas. 

Apakah kamu generasi 90an juga? Yuk share pengalaman kamu di komentar ya.
I'll see you on the next post. Bye. 

Thursday, 13 December 2018

Pejuang Mimpi - 5 Hal yang [Masih] Diperjuangkan



Apa kabar resolusi 2018? Sudah banyak yang tercapai atau tetap dalam daftar?
Duh, mesti menjelang pergantian tahun pasti pada bingung buat resolusi sudah semacam tradisi. Urusan nanti terlaksana atau tidak, ya urusan nanti. Yang penting sekarang bermimpi dulu. Saya percaya bila sebuah pencapaian pada awalnya adalah mimpi, yang kemudian diperjuangkan dan menjadi kenyataan. Kalau kata mbak Agnes Mo, dream, believe, and make it happen.

Ngomong-ngomong tentang resolusi dan mimpi di tahun 2018, saya harus akui kalau ada beberapa hal yang masih berupa mimpi. Saya percaya kalau mimpi saya tersebut belum tercapai selain karena saya kurang gigih, juga karena Allah belum memberi izin. Jadi, saya harus berusaha lebih giat lagi dan berdoa lebih banyak lagi.

Bermimpi boleh-boleh saja, tapi sebaiknya mimpi yang realistis. Sehingga nanti mudah untuk diwujudkan. Jadi istilahnya dream as big as the sky but keep your feet in the ground, karena mimpi dan ngayal itu beda tipis. Tapi, sebenarnya hal-hal apa sih yang belum bisa terwujud di tahun 2018 ini.

Menurunkan berat badan

Saya termasuk dalam gologan overweight atau kelebihan berat badan. Meskipun belum terlalu parah, tapi saya mulai enggak nyaman dengan tubuh saya. Jalan sebentar capek, aktivitas sedikit capek, jongkok susah, dan baju sudah mulai banyak yang sesak. Sebenarnya tahun 2018 ini saya berkomitmen untuk menurunkan berat badan, tapi yang ada berat badan malah naik terus dan terus. Tapi saya enggak mau menyerah ah, pokonya tahun 2019 harus bisa menurunkan berat badan minimal 15 kilo.

Hamil

I know this one is beyond human’s reach, tapi setelah 3 tahun menikah dan belum dikaruniai anak itu, rasanya sesuatu yah. Bisa jadi saya susah hamil karena masalah berat badan yang berlebih. Bisa juga karena memang belum diizinkan oleh Allah. Tapi saya tetap berusaha, ya menurunkan berat badan, ya berusaha hamil. Tentunya tetap dengan doa sebanyak-banyaknya. Semoga tahun depan bisa diwujudkan.

Menulis novel

Mimpi lama yang sempat semaput ini kembali hidup di tahun 2018. Tapi masih belum saya laksanakan karena masih belum dapat ide cerita yang sreg dengan keinginan saya. Selain itu, saya juga masih belajar sana sini tentang kepenulisan novel.

Bayaran dari Google

Sejak awal nulis blog saya memang menargetkan untuk bisa menjadi publisher iklan. Tapi, setelah menjadi publisher iklan, saya baru tahu ternyata tantangannya bukan untuk menjadi publisher, tapi bagaimana caranya bisa bayaran dari iklan yang diterbitkan. Pendapatan saya dari publisher iklan ini sih masih seujung kuku dan belum bisa Pay Out. Bikin saya geregetan banget ini.

Sekolah lagi

Saya pengen banget sekolah S2 sebelum saya punya anak. Tapi entah kenapa mimpi yang satu ini terasa berat sekali. Faktor pertama adalah jurusan, yang kedua karena biaya. Sekolah S2 kan enggak murah dan cari beasiswa juga enggak mudah. Semoga suatu saat saya bisa sekolah lagi dan tentunya tanpa merepotkan orangtua.

Sebenarnya yang dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi adalah tekad yang kuat. Kalau sudah bertekad dan niat, pasti semua bisa dilalui. Tapi mimpi akan tetap jadi mimpi kalau kita kurang gigih berusaha dan berdoa. Semoga ditahun 2019 nanti semua mimpi bisa tercapai.

Kalau kamu, mimpi apa sih yang belum kesampaian di tahun 2018 ini? Share di komentar ya. 

I'll see you on the next post. Bye. 


Review Mirabella Matte Expert #03 Cocoa

REVIEW MIRABELLA MATTE EXPERT LIPCREAM, pretty-moody.com, lipcream lokal
REVIEW MIRABELLA MATTE EXPERT LIPCREAM
Setelah sukses dengan Mirabella Colorfix Lipstick, kini Mirabella hadir lagi dengan varian lipcream terbaru. Meskipun sudah agak lama launchingnya, tapi saya baru sekarang punya kesempatan untuk nyobain. Yha, walaupun sudah banyak banget brand lokal yang memproduksi lipcream serupa, tapi Mirabella Matte Expert ini tetap tidak bisa diremehkan.

Tidak susah untuk jatuh cinta dengan lipcream ini karena hampir semua aspek oke punya. Tapi, kalau penasaran, yuk lanjut baca reviewnya.

Mirabella Matte Expert Lipcream

Kemasan:

Berbeda dengan lipcream lokal kebanyakan, Mirabella lipcream ini kemasannya kotak dan tidak terlalu panjang. Menurut saya kemasan kotak begini lebih enak daripada kemasan tube panjang gitu karena otomatis aplikatornya juga panjang. Kemasan Mirabella lipcream ini terbuat dari plastic bening yang tebal, jadi bisa langsung terlihat shade lipcreamnya. 

REVIEW MIRABELLA MATTE EXPERT LIPCREAM, pretty-moody.com, lipcream lokal
REVIEW MIRABELLA MATTE EXPERT LIPCREAM
Bagian tutup juga terbuat dari plastic tapi berwarna hitam dan ada bunyi klik kalau ditutup sebagai tanda kalau produk sudah ditutup rapat. Aplikator lipcream ini berbentuk standard, yaitu miring dibagian ujung. Tapi yang saya suka adalah aplikator tidak terlalu panjang. Rasanya pas gitu saat digunakan.

Tidak ada box yang menyertai lipcream Mirabella ini, produk hanya dilapisi plastic seal. Semua informasi produk dan ingredients terdapat di plastic seal. Jadi sekali dibuka segelnya, hilang sudah semua informasi. Jadi, langsung saja kita ke tekstur, aroma, dan warna lipcream.

Warna, Aroma, dan Tekstur

Berbeda dengan Mirabella Colorfix Lipstick, Mirabella Matte Expert lipcream ini mempunya varian warna yang cukup banyak da nada juga piilihan warna netral. Totalnya ada 8 pilihan warna lipcream, dan punya saya ini no 03 shade cocoa yang termasuk dalam kategori warna netral. Pilihan warna lipream ini menurut saya cukup menarik dari warna bold hingga netral. Warna lipcream 03 ini adalah campuran pink, coklat, dan orange. Tapi saat saya pakai, warnanya jadi warna coral. Eh, warna begini diprediksi bakalan jadi trend lho di tahun 2019. Jarang lho ada Lipstick Mirabella warna Peach kayak gini.

REVIEW MIRABELLA MATTE EXPERT LIPCREAM, pretty-moody.com, lipcream lokal
REVIEW MIRABELLA MATTE EXPERT LIPCREAM
Aroma lipcream Mirabella ini menurut saya masih dalam batas normal lipcream. Seperti aroma vanilla manis gitu. Karena produk ini judulnya lipcream, tentu saja teskturnya cream. Konsistensi teksturnya cukup kental tapi tetap mudah digunakan. Yang terpenting adalah Mirabella Matte Expert lipcream ini pigmentasinya bagus. Satu kali swipe sudah bisa menutupi warna asli bibir.


Banyak orang yang enggak suka pakai lipcream karena takut terasa berat dibibir. Tapi Mirabella lipcream ini sama sekali enggak berat. Saat pertama dioles, lipcream masih lembab tapi beberapa saat kemudian jadi kering dan matte. Tenang, matte-nya lipcream lokal ini tetap lembut dan tidak membuat bibir terlihat pecah-pecah atau bergaris. Bisa juga pakai lipbalm sebelumnya agar bibir tetap lembab ya. 

REVIEW MIRABELLA MATTE EXPERT LIPCREAM, pretty-moody.com, lipcream lokal
REVIEW MIRABELLA MATTE EXPERT LIPCREAM
Karena masih dalam golongan matte tapi lembab, lipcream lokal ini tetap transfer walaupun enggak banyak. Sebagai golongan lipcream matte, ketahahan Mirabella Matte Expert ini cukup bagus lho, bisa tahan 5-6 jam, meskipun sedikit memudar kalau untuk makan dan minum. 

Mirabella Matte Expert Lipcream ini bisa didapat di counter Mirabella di toko-toko kosmetik. Bisa juga melalu online shop Martha Tilaar. Harga lipcream ini sekitar 45 ribu saja. Termasuk standard ya untuk ukuran lipcream lokal. Tapi kualitasnya, bisa lho diadu dengan brand lain.

Apakah kamu sudah coba Mirabella Expert Matte Lipcream ini? Jangan lupa share di komentar ya.


I’ll see you on the next post. 

Wednesday, 12 December 2018

Berdamai dengan Masa Lalu dan Hal-Hal yang Saya Sesali



Sebelum lanjut membaca, saya cuma mau mengingatkan kalau postingan ini sarat dengan curhat dari masa lalu saya. Sebisa mungkin saya tidak akan menyebutkan nama orang dari masa lalu, tapi semoga tidak ada yang merasa menjadi bagian dari masa lalu saya.

Siapa sih yang enggak punya penyesalan dari masa lalu, semua pasti punya. Sayapun punya beberapa hal yang saya sesali. Yha, meskipun sekarang sudah tidak terlalu saya permasalahkan, namun semoga hal-hal yang saya sesali dari masa lalu bisa menjadi pembelajaran terutama bagi adik-adik yang masih mencari jati diri.

Penyesalan terbesar saya adalah masalah sekolah.

Maksudnya bukan saya menyesal karena sudah sekolah ya, tapi saya menyesal karena tidak maksimal dalam belajar waktu sekolah. Tell me about it, saya senang dengan jurusan Sastra Inggris yang saya tekuni. Tapi, saya dulu pernah bercita-cita ingin menjadi dokter, sampai sekarangpun masih. Dulu waktu memilih jurusan kuliah, saya urungkan memilih jurusan kedokteran karena selain masalah biaya, juga karena merasa tidak mampu secara akademis. 

Padahal seandainya saya mau belajar lebih giat dan lebih keras dari yang lain, seharusnya sekarang saya sudah menjadi dokter. Namun apa daya saat itu saya lebih fokus malas-malasan, nongkrong sana sini, sibuk cari kenalan daripada belajar. Sekarang tinggal penyesalan yang sering bikin saya kesel sendiri kalau ingat.

Saya menyesal tidak merantau

Penyesalan kedua dalam hidup saya adalah mengapa saya tidak memberanikan diri untuk merantau. Banyak teman saya saat SMA yang memilih kuliah diluar kota and they are fine. Tapi  saya waktu itu mengapa saya tidak merantau saja. Padahal dengan merantau akan lebih banyak pengalaman yang didapat. Sekarang rasanya sudah sulit untuk keluar dari kawasan tempat tinggal karena suami juga kerja di dekat-dekat sini.

Tidak belajar naik motor sungguh-sungguh

Dahulu saat saya SMA, sebagian besar teman saya sudah berani bawa motor sendiri. Sayangnya saya naik sepeda pancal aja masih zig-zag jalannya. Dulu sempat sih diajari naik motor saat awal pacaran dengan suami, tapi terhenti karena sebab yang enggak jelas. Yha, dasarnya saya juga enggak punya motor sendiri. Padahal kalau sekarang saya bisa naik motor sendiri, pasti saya lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada ayah, suami, atau ojek kan.

Lesson learned

Penyesalan memang tidak untuk dipikirkan secara berlarut-larut, tapi saat itu dan sekarang kita semua punya kesempatan untuk memilih. Pikirkan pilihan yang terbaik sehingga tidak perlu ada penyesalan di masa depan. Penyesalan selalu datang terlambat karena kalau datang duluan namanya pendaftaran.

Sekarang saya berusaha untuk selalu melakukan apapun dengan usaha terbaik saya. Even though everything happen for a reason, jangan sampai penyesalan seperti ini terjadi lagi dan menguras emosi. Karena bekerja keras dan berusaha maksimal lebih mudah daripada berdamai dengan masa lalu.

Apakah kamu juga punya penyesalan terbesar yang sampai mengubah jalan hidup? Jangan lupa share ya dikomentar.

I’ll see you on the next post.

The Perks of Being a Part-Time Blogger



Kalau ditanya saya ini full-time atau part-time blogger, sebenarnya saya juga bingung lho. Lha dibilang full-time blogger, tapi saya enggak bisa setiap hari produktif update blog. Dibilang part-time blogger, lha saya itu juga enggak kerja kantoran. Bingung kan ya? Tapi, selagi punya kerjaan lain selain blogger, mungkin kategorinya masih part-time kali ya.

Selain nge-blog, saya memang kerja sebaga penulis konten, ghostwriter, you name it. Yang jelas, kerjaan saya ya enggak jauh-jauh dari tulis menulis. Berbicara sebagai blogger, apa sih untung dan ruginya menjadi blogger part-time?

Keuntungan menjadi blogger part-time

Menjadi blogger, part-time atau full-time, punya banyak keuntungan, tergantung dengan tujuan masing-masing. Tapi keuntungan terbesar yang saya adalah kita tetap mempunyai waktu untuk melakukan pekerjaan lain meskipun sedang menjadi blogger. Let me tell you something, menjadi blogger itu enggak mudah. Karena kamu harus selalu memikirkan bagaimana membuat konten yang berkualitas dan bermanfaat untuk orang lain sambil selalu berusaha meningkat jumlah kunjungan blog. Bahkan ambil foto aja enggak bisa sembarangan.

Menjadi seorang blogger full-time adalah sebuah keputusan yang besar, apalagi kalau sampai memutuskan resign dari kerjaan yang sekarang. Tapi semuanya kembali ke tujuanawal ngeblog masing-masing.

Kerugian blogger part-time

Kerugian yang utama menjadi blogger part-time sudah jelas adalah masalah waktu. Bagi saya, mengelola blog sering kali kalah dengan deadline atau jadwal yang lain. Apalagi kalau saya perlu untuk foto-foto, pasti akan lebih lama lagi untuk update blog.

Mau blogger part-time atau full-time, sebenarnya yang terpenting adalah komitmennya. Hal ini karena saat menjadi blogger, you are in charge of everything, deadline, schedule, everything. Bagian inilah manurut saya yang susah, apalagi kalau kita punya tanggung jawab pada orang lain.

Saya sebenarnya pengen banget jadi blogger full-time dan bayaran dari Google. Tapi karena keadaan belum memungkinkan, jadi saya harus ikhlas jadi blogger part-time. Yang penting bisa konsisten update blog, se-konsisten dengan deadline yang lain.

Kalau kamu, pilih jadi blogger part-time atau full-time? Share pengalamanmu di komentar ya.

I’ll see you on the next post


Monday, 10 December 2018

Antara Saya dan Pekerjaan Rumah Favorit



Saat nulis tema hari ini, rasanya saya ingin pakai topik pengganti saja atau malah skip sekalian. Yha, karena tidak ada pekerjaan rumah yang saya suka. Bagi saya, pekerjaan rumah itu pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya, tidak pernah libur, dan selalu lembur. Makanya saya enggak suka. Selain itu, saya juga enggak suka kegiatan yang sifatnya berulang-ulang seperti nyapu, ngepel, dan cuci piring. Menurut saya, pekerjaan-pekerjaan tersebut melelahkan sekali.

Pasti pada kaget ya, perempuan kok enggak suka pekerjaan rumah. Tapi orang-orang di rumah saya sudah paham dengan sifat saya ini dan enggak pernah maksa untuk melakukan pekerjaan rumah tangga tertentu. Saya bisa loh pura-pura buta dan lebih memilih tidur dengan rumah seperti kapal pecah daripada beresin dulu. Ya gimana, dasarnya enggak suka ya enggak suka. Tapi selain pekerjaan rumah yang saya benci setengah mati itu, ternyata masih ada beberapa pekerjaan lain yang saya kuasai dengan baik. Apa saja? Berikut daftarnya.

Belanja ke pasar

Belanja ke pasar tuh termasuk pekerjaan rumah tangga enggak ya? Tapi saya cukup menikmati belanja ke pasar ini. Bahasa kerennya sih grocery shopping. Jangan salah, banyak lho orang yang enggak suka belanja kepasar karena becek, bau, enggak nyaman, dan sebagainya. Saya sih mau belanja di pasar atau swalayan, tetap saya nikmati. Belanja ke pasar memang lebih murah, tapi kadang ada barang-barang yang hanya ada di swalayan. Jadi dua-dua harus imbang menurut saya.

Memasak

Sedikit menyombong lah, I am good at cooking. Saya tumbuh dengan selalu ngeriwuki ibu saya saat masak, dan hasilnya saya jadi terbiasa berada di dapur. Sekarang saat sudah besar, saya selalunya memasak untuk keluarga karena ibu saya sibuk. Selain memasak makanan sehari-hari, saya juga bisa membuat kue, roti, dan jajanan. Sudah banyak yang menyarankan agar saya menjual kue dan roti, tapi saya yang lemah dalam hal marketing ini, masih maju mundur syantiek.

Berkebun

Kalau pekerjaan rumah yang satu ini belum bisa dibilang ahli. Enggak jarang juga saya menamam tomat tapi tumbuh rumput. Tapi saya selalu suka berkebun, apalagi kalau sudah waktunya panen. Seneng banget hati ini melihat tomat dan stroberi yang sudah berwarna merah siap untuk dipetik.

Wah ternyata, ada juga ya pekerjaan rumah yang saya bisa lakukan. Saya selalu benci menyapu, ngepel, dan cuci piring. Tapi syukurlah suami saya tipe yang selalu bersih-bersih dan enggak tahan kotor. Jadi, saya bagian memasak dan suami bagian bersih-bersih. Sebuah simbiosis mutualisme yang indah dari surga. 

Apakah kalian juga suka melakukan pekerjaan rumah tangga? Atau sama bencinya dengan saya? Jangan lupa share pengalaman kamu di komentar ya.
I’ll see you on the next post. Bye.

Sunday, 9 December 2018

4 Hal yang bisa Dilakukan agar Liburan Berfaedah



Sebentar lagi liburan tiba. Kalau yang punya anak masih sekolah, pasti girang banget karena bentar lagi liburan akhir tahun. Saya mah, enggak ngaruh ya mau liburan akhir tahun atau hari efektif, tetap saja kerja lembur bagai qudha. Ya gimana, namanya kerja begini, jadi saya yang bikin jadual sendiri.
Saya sih pengennya kalau liburan itu yang santai-santai, enggak perlu masak atau bersih-bersih. Buat saya bersih-bersih dan masak itu termasuk dalam rutinitas, sama halnya dengan bekerja. Jadi selain masak dan bersih-bersih, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar liburan kamu berfaedah dan enggak cuma leyeh-leyeh di kasur aja.

Membaca buku

Siapa bilang membaca buku hanya cocok buat yang masih sekolah. Bagi saya, bisa membaca buku diantara waktu yang sempit ini menjadi sebuah keistimewaan tersendiri. Jadi kalau saya punya waktu, pasti akan saya gunakan untuk membaca. Baca bukunya juga apa aja yang ada dirumah.

Foto-foto untuk blog

Harusnya nulis blog itu kewajiban ya, bukan termasuk dalam pengisi waktu libur. Tapi karena sehari-hari saya juga nulis, jadi kadang bukan masalah nulis yang berat tapi foto-fotonya. Setiap review yang saya tulis di blog, sebisa mungkin saya usahakan untuk tetap pakai foto hasil jepretan saya sendiri. Tapi karena  foto-foto itu enggak gampang dan butuh waktu banyak buat gelar lapaknya dan lebih lama lagi buat beresin lapaknya. Makanya kalau mau foto-foto tunggu waktu luang, biasanya hari Sabtu dan Minggu.

Jalan-jalan

Kalau waktu liburan, paling pas memang jalan-jalan ya. Catet ya jalan-jalan, bukan beli-beli. There’s difference. Saya juga suka jalan-jalan waktu liburan, tapi lebih suka ke tempat-tempat wisata gitu. Kalau ke mall, ya suka sih, cuma enggak suka beli-belinya. Bikin dompet saya kurus.

Nonton drama atau dengerin music

Aktivitas favorit saya lainnya saat liburan adalah nonton drama atau dengerin musik. Sudah baca drama Korea Comedy favorit saya? Atau 10 lagu yang ada di playlist saya? Coba deh intipin rekomendasi saya, siapa tahu kamu juga bakalan suka banget. Buat saya nonton drama itu, enggak saat waktu luang itu emang spesial banget. Apalagi kalau enggak diganggu dengan masak ataupun cuci piring.

Selain kegiatan diatas, saya juga suka berkebun atau buat kerajinan. Tapi kalau dua kegiatan yang itu, saya sering malesnya. Kalau kalian, apa sih kegiatan yang sering dilakukan saat liburan? Jangan lupa share dikomentar ya.

I’ll see you on the next post. Bye.